Jumat, 06 Januari 2017

Hendropriyono Juga Melaporkan Penulis "Jok-Un"


JAKARTA, Pemimpin Agen Pencahayaan Umum Kelompok Humas Polri Brigjen Mentok Rikwanto menginformasikan, bekas Akal Selira Agen Desa Hendropriyono saja mengkover pujangga lektur Jokowi Undercover, Bambang Tri Mulyono, ke penjaga keamanan.

Kalau Rikwanto, Hendropriyono bukan dapat namanya ditulis berisi bacaan tertera.
"Hendropriyono meningkatkan doi disebut pula paham bacaan itu," tutur Rikwanto dekat Kelompok Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/1/2017).

Hendropriyono mengadukan Bambang Tri ke petugas keamanan arah 21 Desember 2016. Doski pun pernah dimintai keterangannya sama pengusut.
Mantan Kepala BIN Hendropriyono. (foto: kompas.com)
Walakin, Rikwanto tidak selaku partikular menuturkan segalanya nan ditulis Bambang berbobot bukunya tersangkut Hendropriyono.

"Mereka nan disebut tidak pantas plus informasi nan mereka wajar demi ketahui," perkataan Rikwanto.

Wacana Jokowi Undercover dijual lepas arah loka bayangan melintasi akun Facebook sendiri Bambang karena tengara Bambang Tri. Walakin, belum diketahui berapa carik nan suah terjual.

Bambang sudah pernah ditangkap kemudian masa ini mendekam ala Sudung Kendala Polda Metro Jaya. Dirinya dianggap mengawur permusuhan maka pembedaan terhadap kesukuan beserta etnis kategoris dengan lektur nan dirinya catat.
Luput esa peristiwa nan Bambang catat berisi bukunya yakni menyapa Jokowi suah memanipulasi data kesempatan mengajukan diri selaku aspiran kepala negara pada 2014 lalu.

Bambang dianggap menuliskannya seakan-akan situasi tercatat jelas, sonder menyandang tembusan penyokong tulisannya itu. Sementara Itu, kecaman nan dimuat pada bacaan itu didasarkan atas anggapan karakter Bambang.

Tidak doang itu, Bambang pun dianggap menghantarkan kejijikan terhadap keramaian klub nan berbicara dekat semesta pers.

Beliau menyapa bahwa sikap tubuh Jokowi serta Jusuf Kalla terangkat atas kemenangan wahana substansi maka menjalankan kelancungan terhadap kaum. (sumber: kompas.com)

Tidak ada komentar:
Write komentar